Tadi sore 10 menit menjelang bubaran kantor tiba-tiba nemu web yg cukup menarik. Rada lucu dan lumayanlah buat dibaca-baca. Pas liat-liat ada post tentang "Teknik Memikat Wanita berdasarkan Zodiak", -sebagai salah seorang wanita dimuka bumi ini dan sebagai wanita yg ga percaya dengan yg namanya zodiak- dengan enteng g langsung mikir, "Ah pasti ngaco deh nih..." *dengan muka belagu sambil mijit2 dagu*
Akhirnya dengan segenap kekuatan dan jiwa raga, g bukalah link itu web... daaaaaan mencari zodiak g.
Baru kelar baca kalimat pertama, g langsung ngakak ga bisa berhenti....
Wednesday, August 25, 2010
Thursday, August 19, 2010
Life
Yang pergi dan Tidak Akan Kembali
Barusan aku liat foto-foto pemakaman Om sahabatku(dulu). Membuat teringat lagi detik-detik pemakaman papaku sendiri. Om sahabatku(dulu) baru saja pergi menghadap Tuhan tgl 3 Agustus 2010.
Aneh rasanya kalo ada seseorang yang kita kenal tiba-tiba meninggal, ada perasaan seperti tidak percaya yang muncul. Apalagi kalau kita baru saja bertemu dengan orang itu. Rasanya tidak mungkin. Walau kadang kala kita tidak mengenal orang itu dengan baik dan dekat, kepergian seseorang untuk selama-lamanya selalu menimbulkan rasa tidak percaya. Apalagi kalau orang yang meninggal itu adalah orang yang baik hati.
Friday, August 13, 2010
Movie
Invictus
Ketika Maaf itu Sulit
Out of the night that covers me,
Black as the pit from pole to pole,
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.
In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud.
Under the bludgeonings of chance
My head is bloody, but unbowed.
Beyond this place of wrath and tears
Looms but the Horror of the shade,
And yet the menace of the years
Finds and shall find me unafraid
It matters not how strait the gate,
How charged with punishments the scroll,
I am the master of my fate:
I am the captain of my soul.
William Ernest Henley (1849 – 1903).
Poet
Mencurah pada Pujangga
Jiwa :
... hatiku sedang melesak pada kilatan lama, Pujangga...
... kilatan lama yang menyerbu masuk tanpa permisi...
... dan mengisi semua relung hati malam ini...
... diam semu hanya memperbesar kilatan itu...
... dan makin menjadi...
...aku tak berdaya...
Pujangga:
... aku mendengar suara di hatimu ....
... bukan dari mulutmu, Jiwa ...
... lara ...
namun parutnya bercorak indah ...
Jiwa:
... Laraku masih berdarah...
... Belum lagi hilang...
... Belum lagi sirna...
... Kilatan lama membuatnya kembali tergores...
... Dalam...
... dan ...
...Menganga...
Pujangga:
... sulam lukanya ...
...dan cintai parutnya ...
...kelak ...
Jiwa:
... akan kunantikan kelak itu sepanjang waktu...
Pujangga:
... hingga masa menyapamu ...
... pun dengan indah ...
Jiwa:
...dan impian itu terbang bersama kepakan sayapku...
... pun dengan gemilang...
Pujangga:
... kepakanmu selalu menghembus aroma kenang ...
... yang tak tergantikan ...
... aku melihat jejakannya ...
Jiwa:
...seperti harapku untuk selalu berjejak kemana pun...
...malam ini aku berjejak dihatimu...
...berjejak dan tak kan terganti...
...ku titipkan jejak ku dan sebagian lara itu...
Pujangga:
... dengan dahiku yang menyentuh tanah ...
... pada daulat ...
Jiwa:
....ku titipkan harap dalam daulatmu...
Pujangga:
... asaku yang serupa, Jiwa ...
... pun bagi Intan ...
Jakarta, 31 Juli 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)