Showing posts with label Poet. Show all posts
Showing posts with label Poet. Show all posts

Sunday, January 23, 2011

Untuk Kekasihku

Malam ini aku mengerti, Kekasihku...
CintaMu melegakan...
CintaMu tidak menyakiti tetapi memberi damai...
CintaMu tetap dan selalu pasti...
Bahkan disaat fana, kau selalu ada.

Tidak pernah ada cukup kata untuk mewakilinya...
Tidak ada gambaran yang bisa melukiskannya...
CintaMu bagai hembusan angin disela-sela rambutku...
Tidak pernah bisa ku sentuh...
Tidak pernah bisa ku lihat...
Tetapi itu ada
dan
Itu terasa...

Saturday, December 25, 2010

Hingga Tiba Kesudahannya

Malam ini sebuah status fb terbaca dan membuat g terpana.
Seorang teman telah pergi menghadap Yang Kuasa.
Rasanya ga cukup kata-kata untuk menggambarkannya.
Rasanya ga cukup puisi untuk mengungkapkannya.
Rasanya ga cukup air mata untuk menangisinya....

Dia mendekat saat semua orang berjalan meninggalkan g....
Dia memompa semangat saat semua orang menjatuhkan g....
Dia bersedia menyediakan waktunya untuk mendengarkan g....
Dia tetap percaya saat semua orang bahkan g sendiri kehilangan kepercayaan diri....

Tuhan aku percaya Kau mengasihinya lebih dari siapapun juga....
Bahagiakan dia di sana....
Kenalkan dia dengan papaku dan biar mereka bisa saling bicara....
Biar dia dan papaku berteman. Aku yakin mereka akan saling menyukai....

Hingga nanti tiba kesudahannya....
Aku pernah berjanji padanya....


dalam setiap tarikan, helaan nafas dan keiklasan

sebanyak kerjapan mata, detak didada
dan balutan syukur dalam kesendirian denyutan
sorakan irama mengalir indah
pun
alunan nada mengiring lembut
membingkai hari dan hati

aku percaya.

hingga masa terhenti dan jiwa terbang...

aku percaya.


Selamat jalan Mas Andy....
Pertemuan singkat ini ga akan pernah aku lupakan....
Tidak akan...
Hingga tiba kesudahannya...

Aku berjanji....

Thursday, November 11, 2010

Kerjapan Keiklasan Balutan Syukur

gelap melingkup, mengaburkan pandang
mengungkung dan menelikung tiap tapakan kaki
gerak rontak bebaskan diri
membelenggu lebih rapat dan lekat
hingga hampir tiba pada kesudahannya
tangan telah terentang dan siap menyerah

lalu terang itu menelusuk
menembus setiap rapatan gelap
membalut luka dalam kehangatan
memeluk jiwa yang teriris
membelai raga yang terguncang
hingga tenang

dalam setiap tarikan, helaan nafas dan keiklasan
sebanyak kerjapan mata, detak didada
dan balutan syukur dalam kesendirian denyutan
sorakan irama mengalir indah
pun
alunan nada mengiring lembut
membingkai hari dan hati

aku percaya.

hingga masa terhenti dan jiwa terbang...

aku percaya.


(Jakarta, Karawaci)

Friday, August 13, 2010

Poet

Mencurah pada Pujangga

Jiwa :
... hatiku sedang melesak pada kilatan lama, Pujangga...
... kilatan lama yang menyerbu masuk tanpa permisi...
... dan mengisi semua relung hati malam ini...
... diam semu hanya memperbesar kilatan itu...
... dan makin menjadi...
...aku tak berdaya...

Pujangga:
... aku mendengar suara di hatimu ....
... bukan dari mulutmu, Jiwa ...
... lara ...
namun parutnya bercorak indah ...

Jiwa:
... Laraku masih berdarah...
... Belum lagi hilang...
... Belum lagi sirna...
... Kilatan lama membuatnya kembali tergores...
... Dalam...
... dan ...
...Menganga...

Pujangga:
‎... sulam lukanya ...
...dan cintai parutnya ...
...kelak ...

Jiwa:
... akan kunantikan kelak itu sepanjang waktu...

Pujangga:
... hingga masa menyapamu ...
... pun dengan indah ...

Jiwa:
‎...dan impian itu terbang bersama kepakan sayapku...
... pun dengan gemilang...

Pujangga:
... kepakanmu selalu menghembus aroma kenang ...
... yang tak tergantikan ...
... aku melihat jejakannya ...

Jiwa:
...seperti harapku untuk selalu berjejak kemana pun...
...malam ini aku berjejak dihatimu...
...berjejak dan tak kan terganti...
...ku titipkan jejak ku dan sebagian lara itu...

Pujangga:
... dengan dahiku yang menyentuh tanah ...
... pada daulat ...

Jiwa:
....ku titipkan harap dalam daulatmu...

Pujangga:
‎... asaku yang serupa, Jiwa ...
... pun bagi Intan ...

Jakarta, 31 Juli 2010